sekolah teroris vs sekolah densus 88

seiring dengan edannya zaman dan tuntutan yang menjelang irrasional, saya melihat sekolah sekolah saat ini ditilik dari tujuan dan fokus pengembangannya, hampir mirip dengan pengkategorian skolah di negeri Counter Strike.

di negeri itu, sekolah hanya ada 2 jenis, skolah teroris dan sekolah densus. disana gak ada tuh sekolah RSBI,negeri,swasta,dan sekolah berlabel kelulusan rendah. cuma ada 2 kelompok skolah : densus atau teroris.

secara umum sekolah densus dan sekolah teroris tidak banyak berbeda. saya ambil contoh yang paling menarik: di sekolah densus ada juga yang bandel,pembangkang,pemberontak,dan tukang nyontek pun ada,hampir sama dengan di sekolah teroris. pebedaannya terletak pada perlakuan  sekolah terhadap mereka.

di sekolah teroris ada pagar yang tinggi… untuk mereka loncati…dan yg berhasil meloncatinya ia berprestasi

di sana juga ada pengawas yang super ketat saat ujian…. agar para siswa dilatih dan semakin cakap dlm mendistribusikan contekan tanpa ketahuan. ujian di “setup” sedemikian rupa agar siswa cakap,piawai dan mampu mengendalikan keadaan.

tak jauh beda dngan skolah teroris, di sekolah densus pun ada pagar meski hanya setinggi lutut,dan mereka dilatih untuk tidak melompatinya. Di saat ujian mereka mempelajari teknik dan berapa strategi mencontek agar mereka dpt menghambat,mempersulit,membuat kecewa bahkan menghentikan para pencontek. dan prestasi mereka diukur dari seberapa sulit mereka berhasil menghambat para pencontek.

yang membuat sekolah densus paling diminati bukan karena tingkat kelulusan tinggi. tapi karena sekolah ini diyakini menghasilkan lulusan yang bermental sehat.

so…
bagaimana dengan sekolah anda?masih sibuk dgn tingkat kelulusan?

4 thoughts on “sekolah teroris vs sekolah densus 88

  1. adik sepupu saya waktu SMA nggak sibuk dgn tingkat kelulusan soalnya soal UAN jauh lbh mudah dr soal UM UGM, dan katanya UAN yg baik tdk akan menjaminditerima di PTN. Tapi kalau saya lain lg, sibuk dgn ranking, maklum ortu kan maunya harus peringkat 1, artinya saya harus serba bisa, tp ya gmana lg, sy kan bisanya cuma MAFIA (Matematika-Fisika-Kimia), yg itu 9 yg lain jeblok (termasuk Bhs. Ind) parah! coba sistemnya GPA, bukan ranking 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *